SELAMAT MELAKUKAN PENGABDIAN DAN PELAYANAN YANG TERBAIK

9 September 2009 6 komentar

*Selamat Datang SahabatSelamat Datang para sejawat dan sahabat. Terimakasih atas kunjungannya di situs khusus Puskelinfo, yang memaparkan pengalaman pribadi seputar pelayanan manajemen puskesmas. Puskel adalah program puskesmas keliling, menjangkau masyarakat daerah bertempat tinggal jauh dari puskesmas.  Pengalaman ini merupakan bentuk pelayanan dan pengabdian pribadi, yang penuh tantangan dan rintangan. Hikmahnya, berbagai hambatan tersebut justru menempa diri untuk selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam pelayanan promotif, preventif, kuratif, administratif, advokatif , koordinatif dan evaluatif. Melalui pemaparan Puskelinfo, semoga semua komponen pemerhati kesehatan masyarakat bisa saling menunjang dan mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya di ujung tombak pelayanan : Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas). Situs inipun terbuka untuk dikoreksi dan dikritisi dengan saling berbagi dan bekerjasama. Terimakasih atas kerjasamanya.

******************CATATAN KHUSUS PUSKEL *********************

Sejak tanggal 09 Desember 2009, situs puskelinfo ini akan jarang lagi diisi tulisan artikel terbaru, karena telah beralih ke blog yang lebih mandiri, tetap mengenai INFO Seputar PusKesMas : Paparan Pengalaman Pengabdian Pelayanan Puskesmas.

Silakan berkunjung ke blog puskel : http://www.puskel.com/

SEMOGA mendafatkan manfaat yang berarti.

TERIMAKASIH atas partisipasi para pengunjung, pembaca, pemerhati situs puskesmas..

************************************************

3 MACAM RAPAT KERJA DALAM PELAYANAN PUSKESMAS

9 Desember 2009 Tinggalkan komentar

SECARA sederhana rapat sama dengan pertemuan. Dalam istilah kerennya disebut juga meeting. Rapat merupakan media untuk melakukan musyawarah dan mufakat, khususnya dalam membahas masalah pelayanan puskesmas. Hal ini dilakukan untuk menelaaah rencana kerja, target kegiatan dan capaian hasil pelayanan. Pada dasarnya rapat bertujuan mempertemukan berbagai sudut pandang, dan menyampaikan curah pendapat, dalam menerapkan visi dan  misi puskesmas. Rapat kerja yang dilaksanakan ada yang bersifat evaluasi, konsultasi dan koordinasi.

1. Rapat Evaluasi

  • Mengadakan pertemuan dalam rangka evaluasi program kegiatan puskesmas, menyangkut target, capaian dan cakupan pelayanan. Pada tingkat puskesmas, biasanya disebut minilokakarya (minlok), sedangkan bersama dinas kesehatan, semua puskesmas bertemu dalam rapat kerja kesehatan daerah (rakerkesda).

2. Rapat Konsultasi

  • Menyelenggarakan pertemuan dalam upaya konsultasi dengan dinas kesehatan atau jajaran institusi vertikal lainnya, terutama yang menyangkut masalah pelaksanaan program dan penggunaan anggaran (keuangan) kegiatan.

3. Rapat Koordinasi

  • Melaksanakan pertemuan dalam rangka koodinasi terpadu kegiatan antar program maupun antar instansi (lintas sektoral) yang terkait dengan masalah kesehatan masyarakat, sehingga tercapai tujuan pembangunan kesehatan yang menyeluruh.

DALAM tatanan institusi lainnya yang terkait, pelaksanaan rapat kerja tersebut umumnya dijalankan dengan teknis yang berbeda. Sedangkan dalam tatanan pelayanan organisasi sosial politik, biasanya kegiatan rapat kerja tersebut memiliki jenjang yang bertahap dari tingkat daerah sampai pusat. Apapun nama rapatnya, tentu manfaatnya akan sama untuk melakukan evaluasi, konsultasi dan koordinasi, dalam rangka mencapai tujuan institusi. (pts)

SEMINAR AKSES UNIVERSAL DAN HAK ASASI MANUSIA HIV/AIDS

6 Desember 2009 Tinggalkan komentar

SELEMBAR surat dari panitia peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Provinsi Sulawesi Tenggara, No. 07/U/Pan-HAS/XII/2009, beserta lampiran brosurnya dilayangkan ke puskesmas di Kota Kendari. Berikut kami sadurkan dan ringkas kembali materi yang terdapat dalam lampiran brosur tersebut.

A. PENDAHULUAN

Epidemiologi Human Immunodeficiency Virus (HIV) berkembang dengan pesat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kasus ini telah mengakibatkan kematian 25 juta orang dan saat ini terdapat lebih dari 33 juta orang yang hidup dengan HIV positif. Berdasarkan data resmi dari Departemen Kesehatan RI, hingga akhir Juni 2009 secara kumulatif tercatat 17.699 kasus AIDS, dimana jumlah kasus yang sesungguhnya diperkirakan mencapai 298.00 kasus dilihat dari cara penularannya. Mayoritas penularannya melalui heteroseksual (48,8%), penggunaan narkoba suntik (41,5%) dan homoseksual (3,3%). Sebagian besar kasus AIDS tersebut pada kelompok usia 20-29 tahun (50%), kelompok usia 30-39 tahun (29,6%), yang menunjukkan adanya ancaman serius terhadap generasi muda bangsa Indonesia kedepan.

Berbagai upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS telah dilakukan baik oleh pemerintah, pihak swasta, LSM, lembaga donor, maupun oleh kelompok masyarakat peduli, salah satunya dengan peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tiap tahunnya. Namun demikian upaya tersebut masih perlu ditingkatkan baik kualitas, kuantitas keterpaduan maupun kebersamaanya. Oleh karena itu diharapkan kegiatan HAS tahun 2009 dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor terkait secara komfrehensif, terpadu dan berkesinambungan, dengan isu utama “Akses Universal dan Hak Asasi Manusia

B. TEMA KEGIATAN

Tema utama HAS 2009 adalaha “Akses Universal dan Hak Asasi Manusia”, sedangakan tema Seminar HIV/AIDS adalah “Trend Epidemiologi dalam Perspektif Global, Regional dan Nasional”

C. WAKTU PELAKSANAAN

Kegiatan ini diselenggarakan di Kendari, pada Hari Kamis, 03 Desember 2009, pukul 08.00 Wita sampai selesai.

D. MATERI SEMINAR

Kegiatan ini menghadirkan pemateri nasional yang kompeten, terkait dengan tujuan dan tema kegiatan, antara lain :

  1. Trend Epidemiologi dan Upaya Pencegahan Penyakit HIV/AIDS di dunia Internasional, Regional dan Indonesia
  2. Pemulasaran Mayat Penderita HIV/AIDS
  3. Pengobatan dan Rehabilitasi Penderita HIV/AIDS di RSU Provinsi Sulawesi Tenggara
  4. Penguatan Peran Populasi, Kunci dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Daerah

(Disadur dan diringkas  dari brosur Panitia Bersama Seminar Nasional, IAKMI Sultra, dengan IDi Konawe Selatan, Komisi Penanggulangan AIDS Sultra, 2009)

PERTEMUAN EVALUASI PENGGUNAAN DANA JAMKESMAS PUSKESMAS

3 Desember 2009 Tinggalkan komentar

PADA tanggal 01 sampai 02 Desember 2009, pengelola jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) Dinas Kesehatan Kota Kendari, menyelenggarakan pertemuan penggunaan dana Jamkesmas tingkat Puskesmas se- Kota Kendari. Pertemuan ini dihadiri oleh semua kepala puskesmas, bendahara jamkesmas puskesmas dan tim safe guarding Dinas Kesehatan Kota Kendari.

DALAM sambutan pembukaan acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, mengingatkan seluruh komponen pelayanan kesehatan di puskesmas maupun dinas, melakukan upaya penertiban administrasi pelayanan dengan optimal. Karena keberhasilan pelayanan kesehatan sangat tergantung dari ketertiban atau disiplin administrasi pelayanan dari saat pencatatan kegiatan, pelaporan hasil dan pengarsipan (dokumentasi) hasil kegiatan. Hal ini harus selalu diupayakan melalui konsultasi teknis dan koordinasi yang terpadu antara pengelola di tingkat puskesmas dan dinas.

HASIL pertemuan itu mengulas capaian realisasi penggunaan dana Jamkesmas setiap puskesmas sampai periode November 2009. Beberapa puskesmas pada dasarnya siap memanfaatkan secara bertanggung jawab dana Jamkesmas tersebut sesuai aturan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang berlaku. Secara teknis telah disepakati, bagaimana merealisasikan dana jamkesmas yang ditansferkan dari pusat secara tertib, tepat dan optimal, dengan menegaskan batas waktu realisasi penggunaan dana dan mempermudah jalur birokrasi yang ada saat ini.

3 UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN KASUS HIV/AIDS

1 Desember 2009 Tinggalkan komentar

PERINGATAN Hari AIDS sedunia, setiap tanggal 01 Desember, bertujuan mengingatkan kita akan risiko global bahaya penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus), sebagai penyebab AIDS, sehingga sedini mungkin bisa dilakukan pencegahan bersama. Menurut data yang direkapitulasi BKKBN Provinsi Sultra, jumlah kasus HIV/AIDS pada masing-masing Kabupaten/Kota, di Sulawesi Tenggara dari tahun 2004-2009, terus mengalami peningkatan, seperti tampilan berikut ini :

NO. NAMA KABUPATEN/KOTA KASUS HIV KASUS AIDS JUMLAH KASUS
1.

KENDARI

36

9

45
2. BAU-BAU

5

1

6

3. BUTON

4

1

5

4. KOLAKA

4

2

6

5. MUNA

7

10

17

6. KONAWE

1

2

3

7. KONAWE SELATAN

0

2

2

8. KOLAKA UTARA

2

0

2

9. WAKATOBI

4

1

5

10. BOMBANA

3

2

5

JUMLAH

66

30

96

Sumber : Data Sekunder, materi pertemuan BKKBN, Prov. Sultra, 2009

Berikut ringkasan materi HIV/AIDS yang telah dirangkum dari berbagai sumber informasi.

1. PENGERTIAN HIV/AIDS :

  • HIV, virus penyebab AIDS, terdapat dalam cairan tubuh yang sudah terinfeksi seperti: darah, air mani, cairan vagina
  • AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) : kumpulan gejala penyakit yang didapat akibat infeksi menahun virus HIV.

2. PENULARAN HIVAIDS :

  • · Hubungan seksual (anal, oral, vagina) yang tidak aman (unsafe sexual) dengan orang yang sudah terinfeksi HIV
  • Transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV
  • Penggunaan jarum suntik, alat tindik, jarum tattoo yang tidak steril secara bergantian
  • Ibu hamil penderita HIV melalui plasenta kepada bayi yang dikandungnya

3. PENCEGAHAN HIV/AIDS :

  • A = ABSTINENSIA : TIDAK BERHUBUNGAN SEKSUAL SAMA SEKALI.  Inilah cara yang paling aman khususnya bagi para remaja dan/atau yang belum menikah.
  • B = BE FAITHFUL : SELALU SETIA dengan satu pasangannya, secara bertanggung jawab, terutama bagi yang sudah menikah
  • C = CONDOM : Memakai KONDOM, dimanapun, kapanpun, khususnya bagi siapapun dengan perilaku seksual aktif dan berisiko tingggi.

Bagaimana mengetahui tanda atau kumpulan gejala AIDS? Biasanya tidak terdapat gejala khusus pada orang yang sudah terinfeksi HIV dalam waktu 5 sampai 10 tahun. Setelah masa tersebut, AIDS mulai berkembang, menunjukkan gejala, seperti : kehilangan berat badan secara drastis, diare berkelanjutan, pembengkakan pada leher dan/atau ketiak, batuk terus menerus.

Mari kita peduli bersama. Proteksi diri sendiri. Selamatkan generasi dari bahaya HIV/AIDS.

KEBIJAKAN OPERASIONAL PROGRAM JAMINAN PELAYANAN KB PRIA

30 November 2009 Tinggalkan komentar

PADA hari Senin, 30 November 2009, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara, menyelenggarakan pertemuan pembahasan pencapaian pelayanan program Keluarga Berencana (KB) khususnya pada pria. Peserta pertemuan berasal dari para kepala puskesmas, bidan desa dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) di wilayah Kota Kendari.

Berikut ringkasan materi pertemuan yang telah dipaparkan oleh Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

A. JAMINAN PELAYANAN :

  1. Ketersediaan Alat Kontrasepsi : mewujudkan kondisi agar setiap PUS (pasangan usia subur) dapat dengan mudah dan menggunakan alat kontasepsi sesuai dengan pilihannya kapanpun dibutuhkan.
  2. Pelayanan KB : meningkatkan akses terhadap pelayanan KB yang bermutu.

B. PROGRAM POKOK :

Untuk mencapai tujuan tersebut, tujuan pembangunan KB diselenggarakan melalui empat program pokok yakni :

  1. Program Kesehatan Reproduksi Remaja
  2. Program Keluarga Berencana
  3. Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga
  4. Program Penguatan Kelembagaan

C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN KB PRIA :

  1. Kondisi lingkungan sosial budaya masyarakat dan keluarga yang menganggap partisipasi pria belum penting.
  2. Pengetahuan dan kesadaran pria dan keluarga dalam KB rendah.
  3. Keterbatasan penerimaan keterjangkuan pelayanan alat kontrasepsi (alkon) pada pria
  4. Persepsi masalah tanggung jawab KB adalah urusan isteri/perempuan

D. KEBIJAKAN PROGRAM :

  1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB lewat jalur pemerintah dan swasta
  2. Meningkatkan promosi dan pelayanan kontrasepsi mantap (kontap) pria atau kondom
  3. Penajaman sasaran pelayanan KB : pasangan usia subur (PUS), peserta aktif pria (PAR), penundaan kehamilan bagi pengantin baru
  4. Penundaan usia kawin muda

(disadur dari Materi pertemuan cakupan program KB, BKKBN Prov. Sultra, 30 November 2009)

5 PERAN KADER MEWUJUDKAN RUMAH TANGGA SEHAT

27 November 2009 Tinggalkan komentar

KADER sebagai ujung tombak terdepan dalam Upaya Kesehatan Berbasis Masyartakat (UKBM) memegang peranan penting untuk menggerakkan partisipasi masyarakat supaya hidup bersih dan sehat. Salah satu tugas utama kader adalah bagaimana bisa memberdayakan pola hidup bersih dan sehat itu dalam tatanan rumah tangga di lingkungan terdekat tempat tinggalnya. Ada lima peran (5 P) kader dalam mewujudkan Rumah Tangga Sehat, yang disadur dan diolah kembali dari beberapa sumber, menurut opini penulis, seperti berikut ini :

1. PENDATAAN :

• Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di rumah tangga pada buku kader.

• Pendataan bisa dilakukan secara terpadu dengan petugas kesehatan atau pamong praja, aparat pemerintahan di wilayah tempat tinggalnya

2. PENDEKATAN :

• Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat untuk memperoleh dukungan dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.

• Pendekatan dilaksanakan secara personal dan persuasive guna mendapatkan dukungan optimal yang berkelanjutan

3. PEMBERDAYAAN :

• Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan personal, kelompok, penyuluhan massa dan penggerakan masyarakat.

• Sosialisasi PHBS di Rumah Tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa /kelurahan melalui kelompok dasawisma.

4. PENGEMBANGAN :

• Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya Rumah Tangga Sehat.

• Kegiatan yang dikembangkan disesuaikan dengan kreatifitas dan kemapanan dari warga masyarakat setempat, misalnya: Lomba Rumah Tangga Sehat, dll.

5. PEMANTAUAN :

• Memantau kemajuan pencapaian Rumah Tangga sehat di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di Rumah Tangga.

• Pemantauan tersebut bisa dilaporkan secara terkoordinir dengan petugas kesehatan di wilayah kerja puskesmas setempat.

Demikianlah ulasan ringkas bagaimana peranan kader dalam mewujudkan rumah tangga sehat di lingkungan tempat tinggalnya. Semoga bermanfaat dalam menggerakkan peran serta aktif para kader.

LOKAKARYA PEMBELAJARAN TINDAK LANJUT ADVOKASI JAMKESDA

24 November 2009 Tinggalkan komentar

MENURUT pemantauan yang dilakukan YPSHK menunjukkan bahwa Pemkot Kendari mempunyai ketertarikan atas usulan kebijakan ranperda tentang jamkesda (jaminan kesehatan daerah). Perkembangan tersebut menunjukkan adanya peluang yang cukup terbuka untuk mewujudkan Jamkesda di Kota Kendari. Selain peluang yang ada, terdapat juga beberapa issu pokok yang perlu mendapatkan perhatian bagi pengembangan jaminan kesehatan daerah tersebut.

Hal itu terutama menyangkut, beberapa masalah yang dihadapi saat ini seperti :

1) Pilihan model lembaga pengelola Jamkesda apakah diserahkan kepada perusahaan yang ada atau dikelola langsung melalui UPT (unit pelaksana teknis) atau Badan Layanan Unit Daerah (BLUD).

2) Skema pembiayaan yang harus dipaparkan secara rinci, transparan dan akuntabel.

3) Cakupan kepesertaan, apakah hanya ditujukan bagi keluarga miskin yang tidak tercakup dalam Jamkesmas dan Bahteramas, secara bertahap

4) Cakupan pelayanan di PPK (pelaksana pelayanan kesehatan) dan bagaimana mekanisme pengelolaannya.

BERDASARKAN pijakan masalah inilah YPSHK menyelenggarakan lokakarya sehari tentang mekanisme pembelajaran dan tindak lanjut advokasi sistem Jaminan Kesehatan Daerah, yang dihadiri oleh para wakil eksekutif, legislatif, perguruan tinggi, petugas kesehatan dan masyarakat sipil yang selama ini menjadi mitra YPSHK dalam mendorong terwujudnya Jamkesda di Kota Kendari. Kegiatan ini bertujuan untuk mereview capaian dan pembelajaran dari implementasi program, serta mengindentifikasi peluang-peluang yang tersedia termasuk alternatif untuk mewujudkan Jamkesda di Kota Kendari.

Lokakarya sehari tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Pengembangan Studi Hukum dan Kebijakan (YPSHK) Sultra bekerjasama dengan Yayasan Prakarsa, Jakarta atas dukungan The Asia Foundation (TAF). Waktu pelaksanaannya pada hari Selasa, 24 November 2009, pukul 08.00 Wita sampai selesai di sebuah hotel berbintang di pusat Kota Kendari. Materi yang disajikan antaralain : Perbandingan pola Jamkesda, temuan riset di berbagai daerah oleh yayasan Prakarsa, Sharing perkembangan inisiatif Pemkot Kendari terkait kebijakan Jamkesda oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari, Prosentase perkembangan dan capaian program THP serta usulan pemetaan dalam mewujudkan Jamkesda Kota Kendari oleh YPSHK. Hasil lokakarya ini diharapkan akan dapat merekomendasikan tindak lanjut bersama dalam rangka mewujudkan adanya rancangan Jamkesda di Kota Kendari.

(dikutip dan disadur dari Kerangka Acuan Lokakarya kerjasama YPSHK, Prakarsa, TAF, Kendari, 24 November, 2009)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.