20 BESAR DIAGNOSIS PENYAKIT DAN PENGGUNAAN OBAT PUSKESMAS
PADA kesempatan sebelumnya telah dipaparkan tentang capaian pelayanan pada ruangan kartu atau loket puskesmas. Berdasarkan data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Puskesmas Perumnas Kendari, periode Januari-Juni 2009, khususnya pelayanan rawat jalan di poli umum dan obat di apotek, didapatkan hasil rekapitulasi, sebagai berikutĀ :
1. DIAGNOSIS PENYAKIT
- Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), menduduki urutan tertinggi (33%), disusul penyakit saluran nafas lainnya (17%), penyakit sistem saraf (9%), penyakit usus lainnya (7%), penyakit otot dan radang sendi (5%), penyakit infeksi kulit alergi (4%), diare (4%), hipetensi (4%), kecelakaan (3%), penyakit mata (3%), TBC Paru (2%), Infeksi Kulit (2%), Tonsilitis (2%), gangguan psikotik, asma bronchiale, infeksi telinga tengah (ITT), infeksi saluran kencing (ISK), bronchitis, katarak, penyakit jamur masing-masing 1 %.
- Penyakit saluran nafas lainnya, yang terdiagnosis seperti: pneumonia, pharingitis. Penyakit usus lainnya seperti: gastritis, dyspepsia, tifus abdominal, appendicitis acut.

2. PENGGUNAAN OBAT
- Obat parasetamol digunakan paling banyak (18%), diikuti asam askorbat (15%), gliseril guaikolat (13%), Amoxycillin (12%), thiamin (8%), antasida (8%), Kotrimoksazol (6%), CTM (4%), Ciprofloxacin (3%), Tetrasiklin (3%), ekstrabeladon (2%), captopril (2%), pyroxicam, ibuprofen, kalsium glukonas, diazepam, antalgin, asam mefenamat, griseofulvin, ranitidin masing-masing 1%.
- Golongan obat analgetika yang sering dipakai antaralain : parasetamol, pyroxicam, ibuprofen, antalgin, dan asam mefenamat. Jenis antibiotika yang banyak digunakan antaralain: amoxicillin, kotrimoksazol, ciprofloxacin dan tetrasiklin.

KESIMPULAN : Penyakit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) terdiagnosis paling banyak (33%), sedangkan obat Parasetamol digunakan paling sering (18%). Prosentase ini berdasarkan perbandingan relatif terhadap kunjungan pasien rawat jalan yang datang ke puskesmas. Paparan ini belum menggambarkan situasi penyakit dan penggunaan obat secara menyeluruh. Perlu penerapan analisis standar diagnosis dan terapi dasar di puskesmas, sehingga bisa diketahui tingkat penggunaan obat yang rasional berdasarkan jenis penyakitnya. (pts)










KOMENTAR Puskel