Arsip

Archive for the ‘KOORDINATIF’ Category

3 MACAM RAPAT KERJA DALAM PELAYANAN PUSKESMAS

9 Desember 2009 Tinggalkan komentar

SECARA sederhana rapat sama dengan pertemuan. Dalam istilah kerennya disebut juga meeting. Rapat merupakan media untuk melakukan musyawarah dan mufakat, khususnya dalam membahas masalah pelayanan puskesmas. Hal ini dilakukan untuk menelaaah rencana kerja, target kegiatan dan capaian hasil pelayanan. Pada dasarnya rapat bertujuan mempertemukan berbagai sudut pandang, dan menyampaikan curah pendapat, dalam menerapkan visi dan  misi puskesmas. Rapat kerja yang dilaksanakan ada yang bersifat evaluasi, konsultasi dan koordinasi.

1. Rapat Evaluasi

  • Mengadakan pertemuan dalam rangka evaluasi program kegiatan puskesmas, menyangkut target, capaian dan cakupan pelayanan. Pada tingkat puskesmas, biasanya disebut minilokakarya (minlok), sedangkan bersama dinas kesehatan, semua puskesmas bertemu dalam rapat kerja kesehatan daerah (rakerkesda).

2. Rapat Konsultasi

  • Menyelenggarakan pertemuan dalam upaya konsultasi dengan dinas kesehatan atau jajaran institusi vertikal lainnya, terutama yang menyangkut masalah pelaksanaan program dan penggunaan anggaran (keuangan) kegiatan.

3. Rapat Koordinasi

  • Melaksanakan pertemuan dalam rangka koodinasi terpadu kegiatan antar program maupun antar instansi (lintas sektoral) yang terkait dengan masalah kesehatan masyarakat, sehingga tercapai tujuan pembangunan kesehatan yang menyeluruh.

DALAM tatanan institusi lainnya yang terkait, pelaksanaan rapat kerja tersebut umumnya dijalankan dengan teknis yang berbeda. Sedangkan dalam tatanan pelayanan organisasi sosial politik, biasanya kegiatan rapat kerja tersebut memiliki jenjang yang bertahap dari tingkat daerah sampai pusat. Apapun nama rapatnya, tentu manfaatnya akan sama untuk melakukan evaluasi, konsultasi dan koordinasi, dalam rangka mencapai tujuan institusi. (pts)

5 PERAN KADER MEWUJUDKAN RUMAH TANGGA SEHAT

27 November 2009 Tinggalkan komentar

KADER sebagai ujung tombak terdepan dalam Upaya Kesehatan Berbasis Masyartakat (UKBM) memegang peranan penting untuk menggerakkan partisipasi masyarakat supaya hidup bersih dan sehat. Salah satu tugas utama kader adalah bagaimana bisa memberdayakan pola hidup bersih dan sehat itu dalam tatanan rumah tangga di lingkungan terdekat tempat tinggalnya. Ada lima peran (5 P) kader dalam mewujudkan Rumah Tangga Sehat, yang disadur dan diolah kembali dari beberapa sumber, menurut opini penulis, seperti berikut ini :

1. PENDATAAN :

• Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di rumah tangga pada buku kader.

• Pendataan bisa dilakukan secara terpadu dengan petugas kesehatan atau pamong praja, aparat pemerintahan di wilayah tempat tinggalnya

2. PENDEKATAN :

• Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat untuk memperoleh dukungan dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.

• Pendekatan dilaksanakan secara personal dan persuasive guna mendapatkan dukungan optimal yang berkelanjutan

3. PEMBERDAYAAN :

• Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan personal, kelompok, penyuluhan massa dan penggerakan masyarakat.

• Sosialisasi PHBS di Rumah Tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa /kelurahan melalui kelompok dasawisma.

4. PENGEMBANGAN :

• Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya Rumah Tangga Sehat.

• Kegiatan yang dikembangkan disesuaikan dengan kreatifitas dan kemapanan dari warga masyarakat setempat, misalnya: Lomba Rumah Tangga Sehat, dll.

5. PEMANTAUAN :

• Memantau kemajuan pencapaian Rumah Tangga sehat di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di Rumah Tangga.

• Pemantauan tersebut bisa dilaporkan secara terkoordinir dengan petugas kesehatan di wilayah kerja puskesmas setempat.

Demikianlah ulasan ringkas bagaimana peranan kader dalam mewujudkan rumah tangga sehat di lingkungan tempat tinggalnya. Semoga bermanfaat dalam menggerakkan peran serta aktif para kader.

3 AGENDA PENTING KUNJUNGAN STUDI BENCH MARKING

21 November 2009 Tinggalkan komentar

PADA tanggal 17-21 November 2009, para rombongan Kepala Puskesmas bersama staf Dinas Kesehatan Kota Kendari, dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, melaksanakan kunjungan studi banding (bench marking) ke Daerah Khusus Istimewa (DKI)  Jakarta. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut upaya operasional meningkatkan dan mengaktifkan program inovatif, promotif dalam pelayanan prima di puskesmas se-Kota Kendari. Rombongan berjumlah 18 orang terdiri dari para Kepala Puskesmas, Kadis Kesehatan Kendari, Kepala Bidang Upaya Pelayanan Medik, Kabid Upaya Yankes Gizi, Kasubid Kepegawaian, kepala seksi di lingkup Dinkes Kendari dan Direktur RSUD Abunawas Kendari.

BERIKUT catatan perjalanan ringkas sebagai agenda penting saat kunjungan studi banding tersebut. Semoga bisa dijadikan perbandingan dalam meningkatkan pelayanan prima di puskesmas.

1. Kunjungan ke Kantor Departemen Kesehatan RI,  Jakarta

  • Khususnya para Kepala Bidang lingkup Dinas Kesehatan Kota Kendari, tengah melakukan koordinasi dalam tata aturan dan tata laksana anggaran yang terkait pembiayaannya dari Depkes RI, sehingga mudah dievaluasi hasil pencapaian kegiatannya.

2. Kunjungan ke Puskesmas Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan

  • Puskesmas Kecamatan Tebet, yang menaungi beberapa puskesmas kelurahan (setingkat puskesmas pembantu) merupakan puskesmas induk dengan pelayanan prima yang telah bersertifikat ISO 9001-2000.
  • Puskesmas dengan motto PEDULI (Pelayanan, Empati, Disiplin, Upaya, Lugas, Inisiatif) ini, telah menerapkan usaha keselamatan dan kesehatan kerja di tingkat puskesmas, sebagai tindak lanjut peraturan daerah DKI Jakarta.

3. Kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, Jakarta Timur

  • RSUD Pasar Rebo merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah mengalami beberapa revisi peraturan daerah, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitative bagi masysrakat kota Jakarta.
  • Sebagai BLUD tersebut, RSUD Pasar Rebo telah melaksanakan pelayanan komprehensif yang terus meningkat setiap tahunnya dari segi jumlah kunjungan pasien, sehingga dituntut peningkatan keperluan operasional dan pendapatan asli daerah.

ROMBONGAN telah tiba kembali di Kota Kendari, dengan harapan bisa menerapkan sisi positif, kreatif serta inovatif dari hasil proses pengamatan dan pembelajaran selama kunjungan studi banding di Jakarta. Semoga makna studi banding tersebut bisa memacu semangat bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima di Kota Kendari, Kota Bertakwa.

20 TUTOR IKUTI TEMU ORIENTASI PROGRAM MTBS

3 November 2009 Tinggalkan komentar

MTBS OrientasiBagaimanakah suasananya bila para sejawat dokter dan paramedis senior yang pernah dilatih sebagai fasilitator atau tutor bisa berjumpa kembali dalam forum pertemuan?. Suasananya tampak seperti reuni para sahabat, mengenang kembali ketika pelatihan, dari saat sebagai peserta yang dilatih dan sampai bisa selaku tutor yang melatih. Begitulah situasinya saat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, mengadakan suatu pertemuan orientasi program MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) bagi para tutor se-Sultra, di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kota Kendari.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dengan menyampaikan harapan akan pentingnya peran para tutor atau fasilitator, dalam mengaktifkan keterpaduan program MTBS di puskesmas. MTBS merupakan program nasional yang telah dirancang khusus sebagai upaya terpadu untuk mengurangi risiko kejadian kesakitan maupun kematian pada anak dan ibu, khususnya pada pusat pelayanan kesehatan terdepan.

Pertemuan orientasi tersebut berlangsung pada tanggal 22-23 Oktober 2009, diikuti oleh 20 orang tutor yang berasal dari unit kerja masing-masing Dinas Kesehatan Kota Kendari (2), Kabupaten Konawe(2), Konawe Selatan (4),  Konawe Utara (2), Kolaka (4), Muna (4), Buton (2) yang ada di Sulawesi Tenggara. Materi yang disajikan tentang Kebijakan Strategis Program Kesehatan Ibu dan Anak, dibawakan oleh Kepala Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat. Dilakukan diskusi dan pembahasan terhadap modul MTBS terbaru hasil revisi tim Depkes, agar setiap tutor mempunyai sudut pemahaman yang sama. Hari terakhir pertemuan diisi dengan pemaparan permasalahan setiap tutor dalam pengembangan MTBS di lapangan kerja masing-masing, dan dilanjutkan pembuatan rencana tindak lanjut. (pts)

INSPEKSI KELILING SEKITAR PUSKESMAS KOTA KENDARI

30 September 2009 2 komentar

Ambulance Puskel Siap Keliling MelayaniSampai tahun 2009, Pemerintahan Kota Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Kesehatan Kota Kendari, menggkoordinir  sejumlah 13 puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan, terdiri dari 9 puskesmas rawat jalan non perawatan, 4 puskesmas rawat inap perawatan umum dan kebidanan.

Berikut ini kami tampailkan sepintas profil singkatnya :

NAMA PUSKESMAS SEJAK TAHUN STATUS PUSKESMAS ALAMAT KEPALA PUSKESMAS
Pusk. Mandonga (skrg. Puuwatu) 1978

2006

Rawat Jalan

Rawat Inap

Kel. Puwatu, Kec. Puuwatu Drg. Fauziah
Pusk. Perumnas 1982 Rawat Jalan Kel. Bende, Kec. Kadia Dr. I Putu Sudayasa, MKes.
Pusk. Lepo-lepo 1982

2005

Rawat Jalan

Rawat Inap

Kel. Baruga, Kec. Baruga Dr. Dewi W.B.
Pusk. Poasia 1990

2002

Rawat Jalan

Rawat Inap

Kel. Rahandouna

Kec. Poasia

Dr. Juriadi Paddo, MKes.
Pusk. Mata 1987 Rawat Jalan Kel.  Kessilampe

Kec. Kendari

Drg. Meyreke Puspita
Pusk. Benu-benua 1997 Rawat Jalan Kel. Punggaloba

Kec. Kendari Barat

Dr. Sukirman, MARS
Pusk. Kemaraya 1998 Rawat Jalan Kel. Kemaraya

Kec. Kendari Barat

Drg. Nining Kristianingsih
Pusk. Labibia 2000 Rawat Jalan Kel. Labibia

Kec. Mandonga

Kamaruddin, SKM
Pusk. Mokoau 2004 Rawat Jalan Kel. Padaleu

Kec. Kambu

Dr. Asriati, MKes.
Pusk. Abeli 2004

2007

Rawat Jalan

Rawat Inap

Kel. Abeli

Kec. Abeli

Safar, S.Sos.
(plksn sementara)
Pusk. Mekar 2005 Rawat Jalan Kel. Kadia,

Kec. Kadia

Drg. Andriaty Porosi
Pusk. Jatiraya 2008 Rawat Jalan Kel. Wawoanggu,

Kec. Kadia

Dr. Nicolas Duma, MKes.
Pusk. Wua-wua 2009 Rawat Jalan Kel. Anaiwoi,

Kec. Wua-wua

Dr. Antoni Manurung

Pada kesempatan lainnya kita akan keliling lebih jauh membahas pofil lengkap masing-masing puskesmas tersebut. Sampai jumpa… Thanks for waiting.

JEJARING DASAR 5 PENDUKUNG PELAYANAN PUSKESMAS

24 September 2009 2 komentar

Tempat pelayananPusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai ujung tombak terdepan pelayanan kesehatan masyarakat yang terpadu dan menyeluruh, mempunyai tempat jaringan pelayanan, sehingga mudah menjangkau dan dijangkau oleh masyarakat. Pembentukan Puskesmas dan jaringannya, tergantung kepada perkembangan kepadatan penduduk dan kemampuan anggaran pembangunan kesehatan pemerintah daerah, yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. Keberadaan pelayanan Puskesmas juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan upaya kesehatan bersumber/berbasis masyarakat (UKBM) disetiap lingkungannya.

Beberapa jaringan pelayanan Puskesmas, dapat kami ringkas paparannya, sebagai berikut :

1. Puskesmas :

  • Umumnya ada satu buah di setiap Kecamatan,
  • Jenis Puskesmas menurut pelayanan kesehatan medis, dibagi dua kelompok yakni :
  • Puskesmas Perawatan, pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap
  • Puskesmas Non Perawatan, hanya pelayanan kesehatan rawat jalan

2. Puskesmas Pembantu (Pustu):

  • Biasanya ada satu buah disetiap desa/kelurahan
  • Pelayanan medis sederhana oleh perawat atau bidan, disertai jadwal kunjungan dokter

3. Puskesmas Keliling (Puskel) :

  • Kegiatan pelayanan khusus ke luar gedung, di wilayah kerja puskesmas
  • Pelayanan medis terpadu oleh dokter, perawat, bidan, gizi, pengobatan dan penyuluhan.

4. Pondok Bersalin Desa (Polindes) :

  • Pos pelayanan kesehatan ini sebaiknya ada disetiap desa/kelurahan, sebagai penunjang pelaksanaan desa/kelurahan SIAGA,
  • Beberapa pos yang fungsinya sejenis (cuma namanya saja yang berbeda) antara lain:
  • Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
  • Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel)
    1. Balai Kesehatan Masyarakat (Bakesra)

5. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) :

  • Lumrahnya selalu ada satu atau lebih di setiap RW/Desa/Kelurahan,
  • Hal ini sangat tergantung kepada peran serta aktif para RT, RW, Lurah, tokoh masyarakat setempat, bersama para kader kesehatan yang telah dibentuk dan ditunjuk.
  • Strata pelayanan posyandu atau tingkat aktifitas posyandu, digolongkan menjadi : Posyandu Pratama, Posyandu Madya, Posyandu Purnama, Posyandu Mandiri

Khusus tentang cara penilaian strata posyandu ini akan kita bahas pada kesempatan berikutnya. Tertarik dengan informasi posyandu, bisa baca pada sumber khusus ini.

HAKIKAT 5 NILAI DASAR PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS

18 September 2009 Tinggalkan komentar

dokterQAda lima nilai dasar dalam aspek pelayanan kesehatan yang sebaiknya selalu dijunjung tinggi oleh para pegawai dan aparat kesehatan, dalam upaya memberdayakan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Lima nilai dasar tersebut kami coba ulas kembali berdasarkan pemahaman pengalaman kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah kerja puskesmas.<
1.
BERTINDAK CEPAT DAN TEPAT :

  • Cepat mengambil keputusan dalam memberikan pelayanan atau tindakan kesehatan, terhadap kasus/masalah yang bisa bersifat mendadak (emergency) maupun mendesak (urgency)
  • Tepat dalam melaksanakan proses pelayanan kesehatan sesuai prosedur tetap (protap) atau standar operasional prosedural (SOP) yang telah ditentukan.

2. BERPIHAK KEPADA MASYARAKAT :

  • Masyarakat sebagai subyek pelayanan, berhak menentukan jenis pelayanan kesehatan yang terbaik sesuai masalah yang dihadapinya.
  • Masyarakat sebagai obyek pelayanan, wajib diberikan pelayanan kesehatan yang bermutu agar mencapai derajat kesehatan yang optimal.

3. MENEGAKKAN KEDISIPLINAN :

  • Disiplin Kerja : menegakkan semangat kerja dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat atau sasaran pelayanaan
  • Disiplin Administrasi : melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan pelayanan secara tertib, teratur, terarah, terbuka dan terukur

4. MENUNJUKKAN TRANSPARANSI :

  • Menunjukkan keterbukaan pelayanan, dengan aturan kerja yang jelas, ringkas dan tuntas, sehingga bisa dipahami oleh sasaran pelayanan
  • Menunjukkan keterbukaan anggaran, sesuai tata hukum dan peraturan yang berlaku dalam lingkup pelayanan kesehatan

5. MEWUJUDKAN AKUNTABILITAS :

  • Hasil kegiatan pelayanan diarahkan secara bertanggungjawab terhadap institusi internal didalam lingkup pelayanan kesehatan dan kepada institusi eksternal diluar lingkungan pelayanan kesehatan.
  • Tanggungjawab terhadap masyarakat, sangat penting sekali karena menyangkut upaya peningkatan pemberdayaan derajat kesehatan masyarakat secara holistik.

Bagaimana menurut pendapat para sejawat? Kalau ada tambahan ulasan dari masing-masing nilai itu, silakan komentarnya. Terimakasih

PERAN POKOK 3 MACAM PETUGAS PELAYANAN PUSKESMAS

15 September 2009 Tinggalkan komentar

Petugas Bekerja MelayaniSiapa saja petugas yang melakukan palayanan kesehatan di Puskesmas, semua tentu sudah tahu macamnya. Kalau apa dan bagaimana setiap petugas tersebut bertugas, ada baiknya perlu juga kita ulas ringkas. Karena setiap petugas mempunyai peranan utama yang bisa saling mendukung keberhasilan pelayanan Puskesmas.

Berikut ini kami paparkan peran utama sesuai fungsi profesi dari masing-masing petugas puskesmas.
A. PETUGAS MEDIS :

  1. Dokter Umum : melakukan pelayanan medis di poli umum, puskel, pustu, posyandu
  2. Dokter Gigi : melaksanakan pelayanan medis di poli gigi, puskel, pustu
  3. Dokter Spesialis : khusus untuk puskesmas rawat inap bagus juga ada kunjungan dokter spesialis sebagai dokter konsultan, misalnya : dokter ahli anak, kandungan dan penyakit dalam

B. PETUGAS PARA MEDIS :

  1. Bidan : pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pelaksana asuhan kebidanan
  2. Perawat Umum : pendamping tugas dokter umum, pelaksana asuhan keperawatan umum
  3. Perawat Gigi : pendamping tugas dokter gigi, pelaksana asuhan keperawatan gigi
  4. Perawat Gizi : pelayanan penimbangan dan pelacakan masalah gizi masyarakat
  5. Sanitarian : pelayanan kesehatan lingkungan pemukiman dan institusi lainnya
  6. Sarjana Farmasi : pelayanan kesehatan obat dan perlengkapan kesehatan
  7. Sarjana Kesehatan Masyrakat : pelayanan administrasi, penyuluhan, pencegahan dan pelacakan masalah kesehatan masyarakat

C. PETUGAS NON MEDIS :

  1. Administrasi : pelayanan administrasi pencatatan dan pelaporan kegiatan puskesmas
  2. Petugas Dapur : menyiapkan menu masakan dan makanan pasien puskesmas perawatan
  3. Petugas Kebersihan : melakukan kegiatan kebersihan ruangan dan lingkungan puskesmas
  4. Petugas Keamanan : menjaga keamanan pelayanan khususnya ruangan rawat inap
  5. Sopir : mengantar, membantu seluruh kegiatan pelayanan puskel di luar gedung puskesmas

Demikian ringkasan tugas para petugas pelayanan di Puskesmas. Apakah ada tambahan uraian, silakan koreksi dan komentarnya. Pada kesempatan berikutnya kami akan ulas tuntas tugas pokok dan fungsi masing-masing petugas tersebut. See you later…

SATU TEKAD MEMULAI NIAT MEMBENAHI PUSKESMAS

9 September 2009 3 komentar

Tampak depab Pusk. Perumnas sebelum direhabHari, Rabu, 09 September 2009, kami seluruh staf Puskesmas Perumnas Kota Kendari, untuk yang pertama kalinya, menyelenggarakan acara buka puasa bersama dirangkaikan acara syukuran menempati ruangan baru, pasca renovasi ruangan pelayanan. Karena baru bertugas di Puseksemas Perumnas ini sejak bulan Mei 2009, secara kebetulan moment khusus ini dilaksanakan setelah direhabilitasinya gedung lama dengan tambahan gedung kepala puskesmas, ruang tunggu dan pembenahan ruangan pelayanan rawat jalan: poli umum, poli KIA-KB, ruang tindakan UGD, dan pojok gizi.
Penambahan ruangan ini, menggerakkan kita untuk menata kembali alur pelayanan rawat jalan dan tempat pelayanannya sehingga memudahkan dalam pelayanan terpadu. Walaupun rehabilitasi ruangan ini belum sempurna, karena perlu penyelesaian akhir dari kontraktor yang telah ditunjuk oleh dinas kesehatan Kota Kendari. Rencananya acara syukuran ini dilaksanakan setelah liburan lebaran, dilanjutkan acara halal bihalal dan evaluasi program, namun kesempatan spesial ini kita menfaatkan dengan melibatkan kebersamaan staf puskesmas mengurus segala keperluan perlengkapan dan konsumsi pada acara yang sangat sederhana tersebut.
Kami bersyukur kebersamaan ini berawal dari niat bersama untuk membenahi puskesmas Perumnas menjadi lebih baik dari sebelumnya sesuai kesepakatan dalam rapat mini lokakarya puskesmas.
Kapan lagi harus memulai membenahi sesuatu menjadi lebih baik kalau bukan dari saat ini, kemudian diteruskan dengan penuh kesungguhan secara berkelanjutan.
Siapa lagi yang bisa membenahi sesuatu itu menjadi lebih baik, kalau bukan diri kita sendiri, bekerjasama dengan timwork yang solid.
Dari niat menjalankan amanah untuk membangun, menata, dan membenahi segala unit pelayanan puskesmas, mulai tanggal 09-09-09, tergugah dan terinspirasi untuk menuangkan segala pengalaman bersama ini dalam media situs khusus informasi seputar puskesmas. Bikin blog khusus puskesmas keliling (puskel), dilatarbelakang karena sering dimutasi bertugas keliling puskesmas. Suatu media spesial untuk menuangkan pengalaman pribadi dan tim kerja dalam membangun puskesmas, khususnya di Kota Kendari.
Terimakasih atas dukungan seluruh teman-teman yang telah banyak membantu dan memberikan pencerahan dalam memimpin puskesmas.
Mari kita mulai galang terus kebersamaan ini secara terpadu, dan kita jalin terus secara kontinyu, dengan niat yang baik dan bijak untuk menjadikan sesuatu itu lebih baik untuk seterusnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.