Arsip

Posts Tagged ‘pemantauan’

5 PERAN KADER MEWUJUDKAN RUMAH TANGGA SEHAT

27 November 2009 Tinggalkan komentar

KADER sebagai ujung tombak terdepan dalam Upaya Kesehatan Berbasis Masyartakat (UKBM) memegang peranan penting untuk menggerakkan partisipasi masyarakat supaya hidup bersih dan sehat. Salah satu tugas utama kader adalah bagaimana bisa memberdayakan pola hidup bersih dan sehat itu dalam tatanan rumah tangga di lingkungan terdekat tempat tinggalnya. Ada lima peran (5 P) kader dalam mewujudkan Rumah Tangga Sehat, yang disadur dan diolah kembali dari beberapa sumber, menurut opini penulis, seperti berikut ini :

1. PENDATAAN :

• Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di rumah tangga pada buku kader.

• Pendataan bisa dilakukan secara terpadu dengan petugas kesehatan atau pamong praja, aparat pemerintahan di wilayah tempat tinggalnya

2. PENDEKATAN :

• Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat untuk memperoleh dukungan dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.

• Pendekatan dilaksanakan secara personal dan persuasive guna mendapatkan dukungan optimal yang berkelanjutan

3. PEMBERDAYAAN :

• Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan personal, kelompok, penyuluhan massa dan penggerakan masyarakat.

• Sosialisasi PHBS di Rumah Tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa /kelurahan melalui kelompok dasawisma.

4. PENGEMBANGAN :

• Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya Rumah Tangga Sehat.

• Kegiatan yang dikembangkan disesuaikan dengan kreatifitas dan kemapanan dari warga masyarakat setempat, misalnya: Lomba Rumah Tangga Sehat, dll.

5. PEMANTAUAN :

• Memantau kemajuan pencapaian Rumah Tangga sehat di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di Rumah Tangga.

• Pemantauan tersebut bisa dilaporkan secara terkoordinir dengan petugas kesehatan di wilayah kerja puskesmas setempat.

Demikianlah ulasan ringkas bagaimana peranan kader dalam mewujudkan rumah tangga sehat di lingkungan tempat tinggalnya. Semoga bermanfaat dalam menggerakkan peran serta aktif para kader.

PERTEMUAN REVITALISASI PROGRAM PWS KIA

12 November 2009 Tinggalkan komentar

Revitalisasi PWS KIAPada tanggal 11-13 November 2009, di aula pertemuan lantai 3, sebuah hotel berbintang di Kota Kendari, diadakan pertemuan pemantapan dan pemahaman revitalisasi PWS KIA tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Menurut Kepala Seksi Bimbingan dan Pengendalian Pelayanan Dasar, selaku ketua panitia kegiatan, tujuan pertemuan ini untuk melakukan analisis data KIA (kesehatan ibu dan anak), dan pemantauan wilayah setempat (PWS) sehingga bisa menghasilkan data pelayanan KIA yang berkualitas. Peserta pertemuan berasal dari petugas dinas kesehatan dan perwakilan puskesmas dari 11 daerah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara (Sultra), yang masing-masing terdiri dari 2 orang staf dinas kesehatan, 1 orang kepala puskesmas, 1 orang bidan koordinator, dan 1 orang bidan desa.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dalam sambutan pembukaan acara tersebut, mengingatkan para peserta untuk menyamakan persepsi untuk berpikir sistematik, melihat segala sesuatunya sebagai bagian dari sistem. Para petugas kesehatan harus terus proaktif melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan, dengan mengisi data yang akurat. Hasil dari pertemuan ini diharapkan, bisa mengubah cara berpikir kita bersama, untuk selalu berupaya melakukan yang terbaik dalam pelayanan kesehatan.

PENYAJIAN materi PWS sebagai bagian program KIA disampaikan oleh pemateri dari Depkes Jakarta. Manfaat PWS KIA bisa dijadikan alat komunikasi, penggerakan masyarakat, dan manajemen program. PWS harus terus dilakukan dengan berfokus pada wilayah kerja sehingga permasalahan mudah dilihat, dan kesimpulan hasil kegiatan mudah diambil. Lintas sektoral juga harus terlibat aktif, untuk penggerakan masyarakat dalam pembangunan kesehatan masyatakat.

PEMAHAMAN terhadap revitalisasi PWS perlu dikembangkan melalui aktifitas pencatatan, pelaporan, penelusuran, dan pengembangan program. PWS sebagai alat pendukung bisa dilakukan secara manual dengan mengisi format laporan yang sudah ada. Dalam pertemuan tersebut diperkenalkan bagaimana mekanisme instalasi program software PWS KIA elektronik dari cara menginput, mengolah dan menganalisis data program. Melalui pemanfaatan software PWS KIA ini, akan mempermudah kerja para petugas khususnya bidan desa di puskesmas. Sebab PWS KIA elektronik tersebut dapat memperlancar penulusuran data dan analisa data, sehingga mudah dicari alternatif solusi, dan rencana tindak lanjutnya.

Hasil pertemuaan berpulang kembali kepada para peserta untuk mulai melakukan pencatatan yang baik dari tingkat dasar, guna menghasilkan program kerja yang efektif dan efisiensi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.